masukkan script iklan disini
Pesawaran,Cahayanasional.com -- Pada hari rabu (15/7/2026) dalam rangka sosialisasi program strategis kementrian ATR-BPN Tahun 2026 bersama anggota komisi 2 DPR-RI Zulkifli Anwar, bertempat di Gedung Pertemuan Adora jl.Raden Gunawan,Raja Basa.
Pada acara sosialisasi ATR-BPN tersebut Zulkifli Anwar menghadirkan Kepala Kantor Wilayah Pertanahan Provinsi Lampung yang diwakili oleh Kepala Bidang Penetapan Hak dan Pendaftaran Wiwid Nugroho S.ST.,M.H. dan Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Pesawaran Nanang Setyawan, S.SiT., M.T. sebagai narasumber.
Peserta sosialisasi terdiri dari Camat se-pesawaran, Tokoh Masyarakat Adat,Tokoh Masyarakat dan Lembaga Media PWI,KWRI,PWRI,SMSI dan PPWI dimana seluruh perserta sosialisasi berjumlah 100 orang.
Dalam sosialisasi tersebut zulkifli anwar menekankan kepada BPN untuk bekerja sama dengan Pemda Pesawaran dalam Penerbitan dan pembuatan Sertifikat Tanah khususnya PTSL,di pertemuan tersebut Zulkifli Anwar membuka sesi tanya jawab kepada para peserta sosialisasi,tanya jawab tersebut disambut dengan antusias oleh masyarakat adat,awak media dan tokoh masyarakat,yang menginginkan program PTSL lebih terbuka baik dalam pelaksanaan dan penerbitannya dengan melibatkan awak media.
Pada sesi tanya jawab tersebut,salah satu tokoh masyarakat pesawaran Fabiyan Jaya menyampaikan kepada Zulkifli Anwar bahwa perjuangan kembalinya lahan tanjung kemala kepada masyarakat di Desa Taman Sari Kec.Gedong Tataan Kab.Pesawaran telah memasuki tahap pembuatan sertifikat. Dimana menurut Fabiyan sudah ada 9 Sporadik yang dimohonkan ke BPN Pesawaran untuk ditingkatkan Menjadi Sertifikat Tanah,pada saat itu Zulkifli Anwar bertanya kepada Fabiyan Jaya terkait sporadik tersebut.
"Siapa yang membuat seporadik tersebut?" Tanya Zulkifli.
Fabiyan Menjawab yang membuat Sporadik Kepala Desa.
"Apakah menurut kamu itu sah?" Tanya Zulkifli kembali.
Yang kemudian dijawab oleh Fabiyan bahwa sporadik tersebut sah.
"Yasudah kalau memang sah berarti itu bukan sengketa,dan BPN wajib untuk memproses soradik tersebut". ujarnya.
Selanjutnya zulkifli anwar meminta fotocopy dari 9 sporadik tersebut yang sudah diajukan untuk naik menjadi sertifikat tanah di BPN Pesawaran untuk dipelajari dan dikawal prosesnya,yang kemudian pada saat itu langsung di iya-kan dan diberikan oleh Fabiyan Jaya kepada Fikri Tenaga Ahli Zulfli Anwar.
Selain itu Boby selaku perwakilan dari FMPB menyampaikan terkait permasalahan pembuatan sertifikat tanah tanjung kemala juga akan mengadakan seminar di Universitas Lampung,yang diharapkan bapak Zulkifli Anwar dapat menghadiri Seminar tersebut dan menjadi salah satu narasumber yang langsung disanggupi oleh Zulkifli Anwar.
Pada akhir sesi sosialisasi ATR-BPN tersebut Zulkifli Anwar meminta untuk berfoto bersama Fabiyan Jaya dengan pihak BPN.(Red)

